Jumat, 08 Januari 2016

Cerpen Salam Rindu Untuk keluarga kecilku


          Dalam hening aku merindu, merindukan kebersamaan bersama keluarga kecilku yang jauh di sana, terkadang aku sangat menginginkan kehangatan bersama mereka, kehangatan yang hanya dapat aku rasakan jika bersama mereka. Dan terkadang aku berfikir dalam benak ku, aku ingin menyudahi semua ini, menyudahi keadaan yang sangat tidak aku harapkan, kesendirian yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Andai kalian tau wahai ayah, bunda ku tercinta? aku sangat lelah dengan keadaan yang seperti ini keadaan yang sangat memberatkan fikiran dan ragaku, tapi semua ini hanya demi kalian demi cita-cita kalian yang sangat menginginkan melihatku sukses, dan membuat kalian bangga. Kesendirian yang kurasakan saat ini mungkin tidaklah sebanding dengan semua yang telah kalian berikan padaku, kasih serta sayang kalian padaku, do’a-do’a  yang selalu kalian panjatkan pada Tuhan untukku.

         Itu semua sangat berarti untuk ku. Terimakasih Ayah, Bunda, engkau telah menjadi orang tua yang luar biasa untu ku, orang tua terhebat sedunia, orang tua yang selalu mengerti aku, orang tua yang tidak akan pernah terganti oleh siapapun juga, walau sekarang kita terpisahkan oleh jarak, ruang dan waktu yang jauh namun percaya lah ayah, bunda, bahwa aku selalu menyayangimu, selalu mencintaimu, dan kini aku sangat merindukanmu. Di sini aku selalu berdo’a agar kalian senantiasa berada dalam lindungan-Nya, semoga Tuhan selalu menjaga kalian, aku ingin angin malam yang berhembus perlahan ini mengantarkan dan membisikan salam rinduku pada kalian, rasa rindu yang tak akan kunjung padam sampai kapanpun, rasa rindu yang akan selalu tumbuh dalam sanubariku, dan selalu mengisi hari-hariku yang sendiri dan sepi tanpa kehadiranmu, aku berharap cahaya bulan di malam ini dapat  menyampaikan pada kalian betapa aku terpuruk dalam rasa rindu ini. Aku ingin segera berjumpa dengan kalian, melepaskan rindu yang telah lama terpendam dan hanya menjadi angan-angan belaka.
       Sebentar lagi libur semester aku sedah tidak sabar untuk segera bertemu dengan kalian, bersendau gurau bersama, dan merasakan kehangatan keluarga kecil ku, yang telah lama berpisah. Jujur aku telah berada di sudut kecil bagaikan terpenjara  oleh suatu keadaan yang tidak pernah aku inginkan, aku ingin lari dan berteriak sekencang mungkin agar seluruh dunia tau bahwa aku telah lelah dengan semua ini, Bahwa aku ingin lepas dari beban ini, namun aku sadar semua itu hanyalah angan dan khayalan yang terlintas dalam benak ku, karena tidak mungkin bagiku untuk melakukan hal itu, karena Ayah dan Bunda, apakah kalian tahu? Alasanku masih tetap tegar berdiri pada keadaan ini hanyalah kalian Ayah, Bunda… karena hanya kalianlah penyemangat hidupku, dan karena kalian pula aku bersemangat menuntut ilmu demi masa depan ku. Semua orang harus tau bahwa aku akan selalu merindukan kalian dan tak akan pernah habis rasa itu, akan selalu bersemayam dan hidup dalam hatiku, sampai kapan pun, bahkan sampai akhir dunia sekalipun. Aku akan tetap menyangi dan mencintai kalian.     
         Dan Ayah, Bunda apakah kalian juga tahu? Bahwa alasan ku masih tetap bertahan hidup dengan semua kekurangan yang ku miliki ini hanyalah kalian berdua, hanya nama kalian yang selalu aku ingat ketika aku jatuh terpuruk pada suatu waktu yang memberatkan ku, hanya kalian yang menjadi penyemangat dan motivator terbesar dalam hidupku. Hanya kalian yang menjadi kekuatan terbesarku dalam dunia ini. Tuhan jaga kedua orang tuaku untukku, jaglah kedua pahlawan hidupku, aku ingin suatu saat nanti dapat membalas semua yang telah mereka berikan padaku, aku ingin membuat mereka bangga akan kesuksesan yang aku raih, kesuksesan yang selama ini mereka harapkan dariku. Beritahu mereka, dan samapikan pada mereka bahwa aku akan selalu meridukan mereka, kapan pun, dimanapun dan bagaimana pun kedaan yang aku alami.. I love you Mom, I love you Dad


1 komentar:

  1. Struktur teks orientasi komplikasi resolusinya mana saja itu

    BalasHapus