Dalam hening aku
merindu, merindukan kebersamaan bersama keluarga kecilku yang jauh di sana,
terkadang aku sangat menginginkan kehangatan bersama mereka, kehangatan yang
hanya dapat aku rasakan jika bersama mereka. Dan terkadang aku berfikir dalam
benak ku, aku ingin menyudahi semua ini, menyudahi keadaan yang sangat tidak
aku harapkan, kesendirian yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Andai
kalian tau wahai ayah, bunda ku tercinta? aku sangat lelah dengan keadaan yang
seperti ini keadaan yang sangat memberatkan fikiran dan ragaku, tapi semua ini
hanya demi kalian demi cita-cita kalian yang sangat menginginkan melihatku
sukses, dan membuat kalian bangga. Kesendirian yang kurasakan saat ini mungkin
tidaklah sebanding dengan semua yang telah kalian berikan padaku, kasih serta
sayang kalian padaku, do’a-do’a yang
selalu kalian panjatkan pada Tuhan untukku.
Itu semua sangat
berarti untuk ku. Terimakasih Ayah, Bunda, engkau telah menjadi orang tua yang
luar biasa untu ku, orang tua terhebat sedunia, orang tua yang selalu mengerti
aku, orang tua yang tidak akan pernah terganti oleh siapapun juga, walau
sekarang kita terpisahkan oleh jarak, ruang dan waktu yang jauh namun percaya
lah ayah, bunda, bahwa aku selalu menyayangimu, selalu mencintaimu, dan kini
aku sangat merindukanmu. Di sini aku selalu berdo’a agar kalian senantiasa
berada dalam lindungan-Nya, semoga Tuhan selalu menjaga kalian, aku ingin angin
malam yang berhembus perlahan ini mengantarkan dan membisikan salam rinduku
pada kalian, rasa rindu yang tak akan kunjung padam sampai kapanpun, rasa rindu
yang akan selalu tumbuh dalam sanubariku, dan selalu mengisi hari-hariku yang sendiri
dan sepi tanpa kehadiranmu, aku berharap cahaya bulan di malam ini dapat menyampaikan pada kalian betapa aku terpuruk
dalam rasa rindu ini. Aku ingin segera berjumpa dengan kalian, melepaskan rindu
yang telah lama terpendam dan hanya menjadi angan-angan belaka.
Sebentar
lagi libur semester aku sedah tidak sabar untuk segera bertemu dengan kalian,
bersendau gurau bersama, dan merasakan kehangatan keluarga kecil ku, yang telah
lama berpisah. Jujur aku telah berada di sudut kecil bagaikan terpenjara oleh suatu keadaan yang tidak pernah aku inginkan,
aku ingin lari dan berteriak sekencang mungkin agar seluruh dunia tau bahwa aku
telah lelah dengan semua ini, Bahwa aku ingin lepas dari beban ini, namun aku
sadar semua itu hanyalah angan dan khayalan yang terlintas dalam benak ku,
karena tidak mungkin bagiku untuk melakukan hal itu, karena Ayah dan Bunda,
apakah kalian tahu? Alasanku masih tetap tegar berdiri pada keadaan ini
hanyalah kalian Ayah, Bunda… karena hanya kalianlah penyemangat hidupku, dan karena
kalian pula aku bersemangat menuntut ilmu demi masa depan ku. Semua orang harus
tau bahwa aku akan selalu merindukan kalian dan tak akan pernah habis rasa itu,
akan selalu bersemayam dan hidup dalam hatiku, sampai kapan pun, bahkan sampai
akhir dunia sekalipun. Aku akan tetap menyangi dan mencintai kalian.
Dan Ayah, Bunda apakah
kalian juga tahu? Bahwa alasan ku masih tetap bertahan hidup dengan semua
kekurangan yang ku miliki ini hanyalah kalian berdua, hanya nama kalian yang
selalu aku ingat ketika aku jatuh terpuruk pada suatu waktu yang memberatkan
ku, hanya kalian yang menjadi penyemangat dan motivator terbesar dalam hidupku.
Hanya kalian yang menjadi kekuatan terbesarku dalam dunia ini. Tuhan jaga kedua
orang tuaku untukku, jaglah kedua pahlawan hidupku, aku ingin suatu saat nanti
dapat membalas semua yang telah mereka berikan padaku, aku ingin membuat mereka
bangga akan kesuksesan yang aku raih, kesuksesan yang selama ini mereka
harapkan dariku. Beritahu mereka, dan samapikan pada mereka bahwa aku akan
selalu meridukan mereka, kapan pun, dimanapun dan bagaimana pun kedaan yang aku
alami.. I love you Mom, I love you Dad
Struktur teks orientasi komplikasi resolusinya mana saja itu
BalasHapus